Buku, Umum

Bidadari-Bidadari Surga, Tere Liye


Bidadari-Bidadari Surga, aku gak peduli kisah ini fiktif atau fakta. Aku juga gak peduli setting lokasinya dimana. Aku juga gak peduli meskipun buku ini merupakan salah satu serial bacaan anak. Dan aku juga gak peduli saat dipergoki istri saat mataku berkaca-kaca. Yang aku peduli adalah buku ini sangat layak untuk dibaca oleh siapapun. Anak-anak, remaja atau orang tua. Bahkan juga cocok jadi dongeng menjelang tidur. Buku cerita yang menawan, contoh ketauladanan dari seorang Laisa.

Disini aku tidak menceritakan ulang dari isi buku ini, biarlah yang ingin tau untuk membaca langsung buku Bidadari-bidadari Surga. Melainkan hanya mengapresiasi penulis buku ini : Tere Liye. Ini buku ketiga (sebelumnya saya baca Hafalan Shalat Delisa dan Moga Bunda di Sayang Allah), dan Tere Liye konsisten dengan kisah-kisah ketauladanannya.

Advertisements
Kolom Teknologi, Umum

Kapan Hari Raya nya ?


Bukankah di kolong langit ini cuman ada satu benda angkasa yang bernama Bulan atau Hilal si satelit bumi ? lantas kenapa Bulan yang cuman ada satu ini selalu di ributkan kemunculannya ? terutaman setiap menjelang bulan Ramadhan, Bulan Syawal dan bulan Dzulhijah dan bukan saat menjelang 1 Muharam.

Masing-masing meyakini kebenaran kemunculan Hilal ini dengan metodenya, baik degnan metode Ru’yah, Hisab, maupun imkanurru’yah (bagi yang belum mengerti ketiga istilah ini, gugling aja yah).

Di jaman ini, katanya teknologi sudah canggih dan mutahir. Logika saya, seharusnya para ulama dan para ilmuwan bisa satu kata dalam menentukan kapan penanggalan ini tepatnya, bukan malah sebaliknya. Apalagi, sekarang ini kasusnya adalah Hari raya Qurban, yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah. Semestinya sudah bisa dilihat dong Hilalnya, sehingga Hari Raya Qurban ini akan lebih indah dengan kebersamaan.

Umum

Pengen NgeBlog, ga tau mau nulis apaan


Sambil menunggu makan sahur, teringat punya blog yang sudah lama ga update. tapi tetep aja ga tau mau nulis apaan. Kalo biasa-biasanya yang di tulis itu tentang cerita perjalanan, kuliner atau tentang buku. tapi ini bukan ketiga-tiganya. Mengingat sudah agak lama ga jalan-jalan (terakhir hanya muter-muter bergelut di kemacetan ibukota), trus makannya juga cuman di seputaran warteg dan mie ayam si gondrong di depan SPBU Tebet. Trus tentang buku juga terakhir cuman mengkatamkan Harry Potter (1-7) dan Taiko (1-10), selebihnya adalah baca do’a.
Lumayan pusing juga, pekerjaan kantor rada banyak, wara-wiri sana-sini menghirup asap bajaj-metromini-kopaja. kalo weekend menelusuri pasar tanah abang dan mangga dua untuk berburu kelengkapan nikahan, yang Alhamdulillah sudah 75%.
Belom lagi mikirin mudik, yang hingga hari ini belom mendapat titik terang karena belom megang tiket. ga paham, mencari tiket KA Jakarta – Madiun tanggal 7 ato 8 september, baru 30 menit dari jam di buka udah keabisan. Siapa tuh yang makan tiket ya ?? CPD.
Berjuang untuk mendapatkan tiket di gerbong tambahan dan memantau kaskus, kali aja ada yang di lego…. semoga berhasil mendapatkannya.

*Pengen traveling
**Pengen hunting foto
***Pengen mudik

Foto, Jalan-jalan, Umum

Menu Istimewa


Inilah menu istimewa saat seminggu yang lalu pergi ke Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim. memang mantaff sekali.

Kepiting Asam Manis
aneka lalapan
acar-nanas

Tentang rasa, jangan ditanya… pastinya lezat sekali. Apalagi kesemuanya masih segar dan dihidangkan dengan nasi anget.

Foto, Jalan-jalan, Umum

Perjalanan Pertama ke Borneo


Tanggal 18 Agustus 2009 kemaren aku mendapat tugas dari kantor untuk ke Sangatta, Kabupaten Kutai Timur-Kaltim. Buat saya ini adalah kesempatan pertama untuk menginjakkan kaki ke tanah Borneo. Dan pastinya saya terima dengan senang hati pekerjaan ini.

Disini saya tidak akan menceritakan tentang pekerjaan melainkan hanya sedikit cerita tentang perjalanan pertama saya di tanah Kalimantan ini.

Dengan pesawat Lion Air pemberangkatan terakhir pada hari itu, yang sempat delay sekitar 1 jam. Berangkat dari bandara Sukarno-Hatta Cengkareng jam 19.30, penerbangan diperkirakan kurang lebih 2 jam. Mengingat adanya perbedaan waktu 1 jam antara WIB dan WITA, saya mendarat di bandara Sepinggan Balikpapan jam setengah sebelas malam, dan sudah dijemput oleh travel pesanan kantor sebelumnya. Perjalanan yang rencananya akan langsung menuju Sangatta, ada sedikit perubahan, jadinya malam itu menginap di hotel Diamond Samarinda. Baru pagi harinya perjalanan dilanjutkan menuju Sangatta, Kutim.

Boardingpass Lion Air

Continue reading “Perjalanan Pertama ke Borneo”